My Love's Life (Children Version)

Aku emang ga ngerti apa itu Cinta..
What is Love?
Love is feeling?
Rasanya aku masih terlalu dini untuk mengetahuinya...


                    Sudah lama aku suka dengannya, sejak masa – masa di sd sampai kini beranjak dewasa. Pada bulan Januari awal taun, aku menyatakannya. Menyatakan perasaan ku yang selama ini terkubur dalam-dalam di hati. Tanpa alasan yang tepat,dia menerimaku sebagai kekasihnya. Aku lupa, kata – kata apa yang aku dengarkan padanya,sehingga dia mau menjadi kekasih seorang cewek kecenya ga ketulungan ini *abaikan-_-* yang belum mempunyai kepribadian.
                   Dirumah yang hampir roboh ini,aku mulai memikirkan ,apakah penting apa itu namanya pacaran .Aku berfikir, dan terus berfikir, dan akhirnya aku menemukannya.Tak pantas anak seumuran ku ini menunaikan apa namanya pacaran,dikarenakan:
(1)belum bisa cari uang sendiri
(2)apa apa masik membutuhkan orang tua
(3)belum cukup umur.
              Dari hasil jerih payah otak ku berfikir tadi, aku ingin memutuskan dia.
  Malam pukul 07.30...
             Aku membuka sms dengan kata – kata “Hey”,t ak lama berselang dia membalas “iya.?” “Sebenernya kita ini gak pantes pacaran dulu deh.?” Itu balasan ku setelah dia membalas iya.? Dia membalas “iya kita putus aja ya.? Jadi adik kakak aja :D”.Bukan aku yang mengatakan ingin putus, tapi dia. Seharusnya itu yang aku ucapkan ke dia, tapi sepertinya dia lebih menyadari bahwa pacaran tak pantas untuk kita.

***
1 tahun kemudian setelah putus
***
                 Aku masih memdam rasa padanya, tak bisa ku hilangkan rasaku padanya. Ingin melupakannya tapi tak bisa. Akhirnya saat terlalu sakit mendam rasa ini, aku mengungkapkannya lagi. Dia tak mau,dengan alasan masih ingin sekolah dulu. Aku mengiyakan apa yang iya katakan.
                 Berbulan-bulan aku mendam rasa, berbagai info yang tak enak didengar mengenainya menyerang batinku. Mulai dari dia jalan sama cowok lain, dia udah jadian, dia duduk berdua sama cowoknya. Tapi kusadari, aku bukan siapa- siapanya dia, dan aku tidak berhak untuk cemburu.

                 Dua hari ini, setiap aku mau berangkat sekolah selalu hujan .Hari selasa, ku jalani hari – hari dengan bisa di sekolah. Tak ada yang berbeda sampai bel pulang sekolah. Aku tak pulang hingga pukul empat sore ,tapi kejadian yang tidak mengenakkan hati datang pada pukul 15.40. Semula saat pulang sekolah,dan sekolah mulai sepi. Aku, Rizka, dan Jihan masih didalam kelas sedang main. Rizka dan Jihan terlihat sibuk sendiri didalam kelas, katanya dia mau bertemu seseorang dan memberikan penjelasan yang aku gak tau masalahnya. Sampai akhirnya Rizka keluar kelas dan memanggilkan seseorang itu dan menyuruhnya menunggu ditangga. Jihan yang terlihat gugup itu, akhirnya menghampiri seseorang itu. Pada saat itu, aku belum mengetahui siapa orang yang akan bertemu dengan Jihan itu. Setengah jam Rizka dan Jihan tak kunjung balik kekelas. Aku mengintip dari jendela kelas ku, dan kutemukan Jihan duduk memberikan penjelasan yang tak terdengar di posisi ku saat ini. Yang diberikan penjelasan oleh Jihan itu tak lain tak bukan adalah Mr.X (Sori guys namanya aku samarin karena terlalu gimanaa gituu). Mereka duduk ditangga dekat aula. Aku mulai merasa sakit melihat mereka berdua. Tak ku lanjutkan untuk aku melihat mereka berdua. Mr.X tampaknya mengerti kalau aku melihatnya duduk bersama Jihan,dan langsung membuang mukanya seraya dia tak ingin aku mengetahui bahwa yang duduk berdua dengan Jihan itu dia. Aku lalu melanjutkan bermain laptop dengan hati miris melihat mereka berdua.
             Malam harinya setelah kejadian itu berlalu dan aku mulai bisa melupakannya. Aku kembali di ingatkan dengan kejadian tadi sore, dengan adanya sms darinya. “Aku minta maaf,aku tau kamu sakit liat aku sama Jihan tadi sore…Aku minta maaf ya.? :’( “ Aku membalas smsnya “Gak papa kok,aku gak sakit liat kalian berdua. “ dia membalas “Sumpah,aku gak ada apa – apa.” Aku membalas dengan menutupi perasaan ku yang cemburu pada Jihan. “Iya aku tau.Toh kalok kalian pacaran aku juga seneng” dia membalas sms ku “Sumpah aku gak ada apa – apa ,Kalok boleh jujur sih aku masih suka sama kamu.” aku membalsnya “Gak usah gitu deh,biasa aja kali.Anggep aja aku seperti temen –temen mu lain”
  Dari sms itu,aku mulai menghilang pelan – pelan dari kehidupannya. Aku mulai menghindar saat ada dia, aku mulai tak pernah sms dia. Pada akhirnya dia menyapaku saat aku tak bisa menghindar darinya,aku menjawab sapaannya dengan sok lemah. Dia memintaku untuk duduk sebentar di bangkunya ,ingin menolak tapi gak enak sama dia,takutnya dibilang sombong. Dia duduk di hadapan ku, dan aku memulai membuka obrolan “Ada apa.?” Dia menjawab “Aku mau ngomong sesuatu “ aku menjawab “iya ngomong aja “ dia bertanya “kenapa kamu akhir – akhir ini gak sms sama mesti menghindar dari aku.?” Aku menjawab pertanyaan yang dilontarkannya “Gak papa,Hanya pengen ngelupain kamu” aku langsung pergi dari hadapannya,dan melihatnya duduk sendiri.
              Malamnya aku menerima sms darinya yang memohon ke aku untuk tak melupakannya.Aku tak membalas smsnya kurang lebih satu jam.Aku tak membalas buaknnya aku marah padanya,aku memikirkan,apakahaku perlu melupakannya.Aku menemukan jawaban dari otakku yang kerjanya cukup lambat.Aku memutuskan aku gak akan melupakannya,dan langsung membalas smsnya.Sejak saat itu aku mulai akrab lagi dengannya dan menjalani hari – hari dengan smsnya.




 Nah, Gimana teman teman pembaca? Rasanya rada aneh ya kalo ini beneran jadi true story--" Engga kok, ini cuma bohongan.. Kalo beneran, bisa hancur ini reputasiku sebagai anak kece--" 
      Cerita ini memang mirip sama kehidupan galauku. Tapi yah gajuga seberapa galau seh==" Cuman, aku sebagai anak kece kan lagi menjalani masa-masa alay and labil :p Kalo gasuka ya gapapa, tapi jangan di bash yaa... Inget, puasaa!!
                             

0 komentar:

Poskan Komentar